Lomba Blog Depok : Depok Peduli, Depok Berbagi, Depok Selalu di Hati September 15, 2010
Posted by ferryherdianto in Lomba Blog Depok.Tags: LombaBlogDepok 17 Juli – 17 September 2010
trackback
kunjungi : lomba blog depok
Lomba Blog Depok : Depok Peduli, Depok Berbagi, Depok Selalu di Hati, tema yang coba diangkat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Depok bekerjasama dengan Komunitas Blogger Depok (deBlogger) sebagai penyelenggara Lomba Blog Depok tahun 2010 yang didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat .
Nah, kebetulan sejak tahun 1983 saya tinggal dan menetap di Kota ini, maka saya merasa perlu untuk ambil bagian dalam perhelatan lomba tersebut.
Sebelum di lanjut, posting ini adalah postingan ulang dari blog ferryherdianto.com milik saya yang sebelumnya sudah di daftarkan untuk ikut serta dalam lomba blog ini. Namun dikarenakan ada yang meng-hack blog saya dan mengakibatkan blog ferryherdianto.com tidak bisa diakses termasuk seluruh filenya hilang, jadinya yah saya gunakan lagi deh blog saya yang pertama ini, pilu rasanya hati ini
Depok kota belimbing, itulah sepenggal tulisan teks berjalan (Running teks) yang melekat pada tugu Selamat Datang ketika kita memasuki Kota Depok di jalan Margonda Raya.
Setiap hari pasti saya lintasi ruas – ruas jalan di Depok khususnya jalan panjang Margonda Raya, karena memang aktifitas keseharian saya tidak keluar dari Kota Depok tercinta ini
.
Memang di usianya yang ke sebelas, Kota Depok mengalami kemajuan yang cukup pesat. Perkembangan tersebut tidak hanya bisa kita saksikan di seputaran jalan Margonda Raya saja, namun sesuai dengan rencana pembangunan yang di canangkan oleh pemerintah kota, bahwa pertumbuhan pembangunan di Kota Depok harus merata meliputi daerah – daerah lain selain Margonda.
Saya ambil contoh beberapa rencana pembangunannya, seperti membangun Terminal di Jati Jajar, membangun pusat perbelanjaan baru di daerah Limo dan Cinere. Untuk wilayah timur dan utara, Cibubur akan dibuka sebagai wilayah kuliner, Tapos akan dibangun Rumah Pemotongan Hewan, terminal dan pasar induk untuk menyaingi pasar induk Kramat Jati, karena Depok punya keunggulan yaitu posisi yang dekat dengan jalan tol.
Itulah sedikit contoh yang saya kutip dari website www.depok.go.id, kemudian mengenai sosialisasi program – program pemerintah kota lainnya dapat juga kita lihat pada papan reklame atau baliho yang tersebar luas di ruas – ruas jalan kota, baik di pusat kota maupun di sudut – sudut kota.
Tapi sepertinya kurang pas tulisan saya kalau membahas tentang Depok hanya masalah perkembangan pembangunannya saja. Sesuai tema Lomba Blog Depok kali ini mengenai Depok peduli, Depok berbagi, Depok selalu di hati, saya ingin bercerita tentang hasil nongkrong di terminal yang saya lakukan.
Informasi berikut adalah realita dari kehidupan di sebuah terminal, jadi nongkrong atau bergaulnya saya di terminal terpadu Depok menghasilkan satu pelajaran berharga, ketika seorang Boim (Bukan nama sebenarnya, karena yang punya nama ga mau di tulis namanya
) di bantu oleh beberapa rekannya mampu membangun, mengembangkan dan membesarkan sebuah yayasan bernama Bina Insan Mandiri di singkat YABIM yang berdomisili di dalam kawasan terminal terpadu Depok, tepatnya di sekitar Masjid terminal membuat sekolah gratis berijazah kesetaraan di peruntukkan bagi anak – anak kurang mampu, khususnya para pengamen, pemulung yang berada di kawasan terminal dan sekitarnya.
Berawal dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) lambat laun terus berkembang hingga jenjang SMP dan SMA, bahkan saat ini sudah mampu menembus perguruan tinggi dengan mengadakan program beasiswa, hasil kerjasama dengan instansi – instansi pemerintah, swasta maupun langsung dari perguruan tinggi bersangkutan yang memberlakukan program beasiswa.
Luar biasa bukan ? menurut saya apa yang dilakukan Bang Boim (biasa saya menyebutnya) dan rekan – rekannya adalah bentuk nyata kecintaan dari seorang warga Depok yang peduli serta mau berbagi kepada masyarakat Depok lainnya.
Oh iya, terakhir kali saya bertemu bang Boim beberapa hari yang lalu, beliau berpesan “ Fer, nanti tulis juga, YABIM ga cuma tangani masalah pendidikan aja, pokoknya yayasan ini siap menangani permasalahan apapun, bisa masalah orang sakit, mau melahirkan, dan lain – lain yang semuanya terkendala biaya semaksimal mungkin akan kita bantu “
Saya meyakini pasti ada sosok – sosok lainnya yang memiliki karya berharga dan layak mendapatkan apresiasi serta penghargaan, namun tidak banyak diketahui oleh publik.
Satu hal lagi, Depok memang makin padat penduduknya, permasalahan sosial pun kerap kali timbul, kemacetan masih selalu menghiasi hari, terlebih pada hari sabtu juga minggu, dan segudang permasalahan lain yang ikut mengiringi perkembangan kemajuan kota ini.
Namun bagi saya hal itu sangat wajar dialami oleh sebuah kota, karena dengan berbagai permasalahan tadi, bisa menjadi dasar munculnya karya – karya luar biasa dari tangan – tangan masyarakat kota tersebut sebagai solusi.
Hmm.. Begitulah dinamika hidup di kota belimbing ini.
Salam
“Tiada hari tanpa belajar & bertindak”






waduh telat